Skip to main content

16 Istilah Populer Bidang Bisnis Produksi


Bagi Anda yang baru membuka usaha produksi atau menjadi pengusaha ritel, mungkin akan merasa awam dengan beberapa istilah asing populer yang sering digunakan. Lingkungan usaha Anda akan banyak menggunakan beberapa istilah untuk memudahkan kerjasama dan komunikasi. Berikut kami rangkumkan beberapa istilah dunia bisnis produksi yang bermanfaat bagi Anda.

1. MOQ

Dalam transaksi jual beli, terkadang dari supplier (pemasok/penjual/distributor/agen) mencantumkan syarat ‘MOQ’ dalam penawaran barang yang kemudian diikuti angka nominalnya. MOQ sendiri merupakan singkatan dari Minimum Order Quantity. Jadi, maksudnya, supplier tersebut hanya akan menjual dengan jumlah order minimum atau bisa disebut tidak bisa dijual secara ecer, melainkan dengan jumlah yang telah ditentukan oleh supplier tersebut.

2. PO (Purchase Order)

PO atau Purchase Order merupakan pengertian dari surat pesanan/pembelian. PO ini diterbitkan oleh pihak pembeli yang nantinya akan dikirim kepada pihak penjual. PO ini berisi nama dan alamat supplier, nomor PO, tanggal PO, nama barang yang akan dibeli, jumlah barang, detail keseluruhan barang dan harga serta perjanjian lain mengenai pembelian barang tersebut. Di perusahaan-perusahaan, tentunya jika akan membeli suatu barang, akan menerbitkan PO terlebih dahulu sebagai bukti pesanan kepada supplier.

3. MOU

MOU merupakan singkatan dari Memorandum Of Understanding. Yang merupakan pengertian dari perjanjian mengenai transaksi jual beli yang akan dilakukan atau bisa juga diartikan dalam arti meruapkan legalitas dalam suatu pekerjaan yang melibatkan dua belah pihak. Perjanjian tersebut berisi tentang cara pembayaran, jangka pembayaran dan hal lain yang dianggap perlu oleh perusahaan baik pihak pembeli maupun penjual.

4. Indent

Seringya pas kita lagi butuh barang, tiba-tiba penjual bilang, “Barangnya lagi Indent,”. Memang Indent tiu apa sih? Sampai-sampai barang yang mau dibeli disebut lagi ‘Indent’. Kalau terjadi hal tersebut pada saat mencari barang, lebih baik kita pindah ke supplier lain yang ready stock barang. Karena indent berarti barang sedang kosong, harus menunggu sampai beberapa hari atau tunggu konfirmasi dari produksinya. Kalau lagi cepet-cepet, tidak bisa kan?
Rak Minimarket design premium, standar internasional, kapasitas hingga 70 kg per shelf!Harga super miring! Semua ready stock! Hanya di Sentrarak!

5. Discontinue

Masih dalam pembelian barang. Kalau penjual bilang, “Barang itu sudah discontinue...”, berarti jangan harap kita akan mendapatkan barang yang dimaksud itu, karena pengertian ‘discontinue’ adalah barang yang dimaksud sudah tidak diproduksi lagi oleh produsen. Kalau pun sebagian masih beredar di pasaran, berarti itu stock lama dan jumlah yang bisa dibeli tergantung stock di pasaran.

6. Excude PPN 10%

Dalam dunia bisnis, sering kali kita mendapatkan supplier dengan menjual barang yang harus mencantumkan PPN 10%. Hal itu memang baik, karena setiap barang yang kita beli ada pajaknya. Jadi, kalau ada penjual yang menawarkan barang dengan membubuhkan catatan ‘Harga barang Exclude PPN 10%’, berarti harga barang yang ditawarkan belum termasuk PPN 10%. Jadi, pada saat kita membayar, kita membeli dengan jumlah harga keseluruhan barang ditambah PPN 10% (dari nilai harga keseluruhan barang tersebut).

7. Include PPN 10%

Kalau barang-barang seperti ini artinya harga sudah termasuk pajak. Tidak perlu repot-repot mikir pajaknya lagi. Di sini pengertian ‘Include PPN 10%’, berarti harga barang yang dijual sudah termasuk PPN.

8. Return

Hal ini sering digunakan ketika kita membeli barang tidak cocok/sesuai, maka kita bisa mengembalikan barang tersebut ke penjual untuk meminta penggantian atau bisa melakukan pembatalan pembelian (dilakukan sesuai dengan perjanjian yang tertera pada saat akan terjadinya transaksi jual beli).

9. CCS

Dalam dunia usaha, pasti kita memiliki customer service atau pelayanan kepada pihak penjual maupun pembeli. Karena sering kali dalam transaksi jual beli tidak berjalan mulus. Terkadang ada beberapa yang complain atas barang yang mereka beli, sehingga mereka tidak puas dan mengadukan semua itu kepada kita sebagai penjual. Untuk itu, dalam perusahaan-perusahaan sering kali layanan complain atau yang sering disebut CCS (Customer Complain Services). Tugasnya menampung seluruh aspirasi dan complain yang masuk dari pelanggan. Hal itu bertujuan agar perusahaan dapat mengevaluasi kinerja dan produk yang dipasarkan sehingga jika terjadi kesalahan akan diperbaiki sesegera mungkin.

10. Finish Goods

Jika perusahaan yang digeluti merupakan manufactur/factory (dibaca : pabrik) yang memproduksi sebuah barang, tentunya akan ada istilah ‘Finish Goods’ di perusahaan tersebut. Finish Goods sendiri merupakan barang yang sudah jadi atau hasil akhir dari suatu proses pembuatan barang. Barang ini selanjutnya dicek oleh bagian Inspection, yang nantinya akan terlihat dan ketahuan barang tersebut siap kirim atau harus diperbaiki atau bahkan menjadi barang rusak.

11. QC

QC merupakan singkatan dari Quality Control. Di perusahan factory/manufaktur pasti memiliki bagian ini, karena tugas dan tanggungjawab QC mengontrol, mengecek barang apakah benar-benar sudah siap kirim atau belum.

12. Rework Goods

Kalau ada istilah rework goods di suatu lini produksi barang, berarti barang ini sudah dicek oleh bagian QC namun dikembalikan ke bagian produksi untuk diperbaiki. Karena ‘Reworks Goods’ merupakan barang yang harus dikerjakan lagi (diperbaiki lagi agar menjadi barang baik).

13. Reject Goods

Ada istilah rework, tentunya ada istilah reject. Setelah barang dicek oleh QC dan ternyata ada yang masuk ke ‘Reject Goods’, berarti barang tersebut sudah tidak layak untuk dipasarkan ke konsumen. Karena barang tersebut rusak atau tidak memenuhi kriteria standard yang ada.

14. Pre-order (PO)

PO dilakukan dengan cara pemesanan dan pembayaran sekian persen dari harga jual pada awal transaksi jual beli. Artinya, barang yang diinginkan dipesan terlebih dulu dan diberikan down payment-nya.

15. Want to sell (WTS) dan want to buy (WTB)

WTS biasa digunakan oleh para penjual yang menawarkan barangnya pada calon pembeli, dilengkapi dengan spesifikasi dan harga barang yang ingin dijual. Sementara WTB digunakan oleh pembeli yang menginginkan satu jenis barang kepada para penjual.

16. Original equipment manufacture (OEM)

Istilah ini kerap digunakan untuk menjelaskan bahwa barang yang dijual merupakan barang original dari pabrik namun dikemas dalam kemasan yang tidak terlalu bagus. Barang-barang ini biasanya berbentuk suku cadang dari produk asli yang sudah tidak terpakai.

Bagaimana, sudah paham kan? Semoga bermanfaat dan bisa menjadikan informasi yang berguna, terutama bagi Anda yang baru terjun di dunia bisnis produksi. Salam Sukses! _Admin sentrarak.com
Sumber : Ery Udya's Blog_13 Istilah Asing yang Sering Muncul di Dunia Bisnis

Comments